Kamis, 08 Desember 2011

karena dia Ayahku

Dia ayahku. Seseorng yang membuatku dapat terlahir di dunia. Dia tidak sempurna, karna memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dia sosok yang sangat tegas dan juga keras dalam mendidik keluarganya, tapi dia tidak berhasil dengan baik untuk dirinya sendiri. Dia berbeda. Setiap malam dia selalu pergi keluar rumah, suatu keajaiban bila ia tetap berada di rumah sampai matahari terbit. Dia sangat ringan tangan, tidak segan ia berlaku kasar padaku atau pada adikku saat kami melakukan kesalahan, walaupun itu hanya kesalahan kecil, tapi yang membuatku salut padanya adalah sampai hari ini, dia tidak pernah berlaku kasar pada ibuku, atau bahkan memiliki wanita lain selain ibuku. Ada sangat banyak kekurangan ayahku, bahkan ada banyak pula yang membuatku sakit hati dan benci padanya. Dulu, bahkan aku sangat membencinya, sangat amat membencinya. Apalagi setelah mengetahui apa yang dilakukannya saat aku masih kecil. Dia meniggalkanku serta ibuku, bahkan ia sempat tidak mengakuiku. Bayangkan saja aku baru bisa hidup dan bertemu dengannya setelah aku berusia 4 tahun. Itupun harus dengan perjuangan kakekku untuk mencarinya. Dia bukan tipe orang pekerja keras, dia lebih suka santai dan mengharap bantuan keluarganya yang memiliki hidup lumayan. Dia bahkan bisa tidur seharian tanpa bekerja saat ibuku sedang bekerja.
Aku memang membencinya, tapi aku juga sangat menyayanginya. Terkadang ia bisa menjadi pribadi yang sangat menyenangkan, dia bercanda, mengajariku mengaji bahkan sampai aku menangis. jika ada satu hal yang bisa langsung diwujudkan saat itu juga oleh Tuhan ,aku hanya ingin meminta "Tuhan, hapus semua rasa benci dan dendam yang kupunya untuk ayahku, karna dia ayahku"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar